Profil Tim Peserta Piala Dunia 2014 Group F : Argentina

Julukan : La Albiceleste ( White and Sky blue )

Asosiasi : Asociación del Fútbol Argentino (Argentine Football Association )

Asal konfederasi : CONMEBOL ( Amerika Selatan )

Ranking FIFA : 6 ( per 30 Mei 2014 )

Rekor caps terbanyak : Javier Zanetti ( 145 )

Rekor gol terbanyak : Gabriel Batistuta ( 56 )

Kapten tim : Lionel Messi ( Barcelona, Spanyol )

Pelatih : Alejandro Sabella ( Argentina )

Penampilan di piala dunia : 15 kali ( 1930, 1934, 1958, 1962, 1966, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010 )

Prestasi :

  1. Piala Dunia : Juara ( 1978, 1986 ), Runner-up ( 1990 )
  2. Piala Konfederasi : Juara ( 1992 ), Runner-up ( 1995, 2005 )
  3. Kejuaraan PAN American : Medali Emas ( 1951, 1955, 1959, 1971, 1995, 2003 )
  4. Copa America : Juara ( 1921, 1925, 1927, 1929, 1937, 1941, 1945, 1946, 1947, 1955, 1957, 1959, 1991, 1993 )
  5. Olimpiade : Medali Emas ( 2004, 2008 ), Medali Perak ( 1928, 1996 )

Prestasi di Piala Dunia :

  1. Piala Dunia 1930 Uruguay : Runner-up
  2. Piala Dunia 1934 Italia : 16 besar
  3. Piala Dunia 1938 Prancis : Mengundurkan diri
  4. Piala Dunia 1950 Brazil : Mengundurkan diri
  5. Piala Dunia 1954 Swiss : Mengundurkan diri
  6. Piala Dunia 1958 Swedia : Group 1
  7. Piala Dunia 1962 Chile : Group 4
  8. Piala Dunia 1966 Inggris : Perempatfinal
  9. Piala Dunia 1970 Meksiko : Tidak lolos kualifikasi
  10. Piala Dunia 1974 Jerman Barat : Penyisihan Group tahap 2 ( 8 besar )
  11. Piala Dunia 1978 Argentina : Juara
  12. Piala Dunia 1982 Spanyol : Penyisihan Group tahap 2 ( 12 besar )
  13. Piala Dunia 1986 Meksiko : Juara
  14. Piala Dunia 1990 Italia : Runner-up
  15. Piala Dunia 1994 Amerika Serikat : Babak 16 besar
  16. Piala Dunia 1998 Prancis : Perempatfinal
  17. Piala Dunia 2002 Korea Selatan & Jepang : Group F
  18. Piala Dunia 2006 Jerman : Perempatfinal
  19. Piala Dunia 2010 Afrika Selatan : Perempatfinal

Argentina, dengan tradisi kuat di ajang sepakbola dunia, tidak berhenti berpartisipasi di ajang 4 tahunan ini. Albiceleste mempunyai rekam jejak yang mentereng. Sebagai juara dunia 2 kali, sangat wajar jika Argentina selalu diunggulkan menjadi juara dalam setiap gelaran piala dunia.

Itu terbukti dari ditempatkannya Argentina di pot 1 atau top seven atau unggulan utama. Itu berlaku rata-rata di setiap pengundian piala dunia. Begitupun dengan gelaran Piala Dunia 2014 di Brazil kali ini. Argentina tergabung di pot 1 atau tim unggulan bersama tuan rumah Brazil ( juara dunia 5 kali ), Spanyol ( juara dunia 1 kali ), Jerman ( juara dunia 3 kali ), Uruguay ( juara dunia 2 kali ).

Sebagai tim besar, anda semua sudah tahu bahwa di setiap piala dunia, Argentina selalu meraih hasil bagus. Yang akan saya bahas hanyalah bagaimana perjalanan tim Argentina ketika menjadi juara dunia di tahun 1978 dan 1986.

Piala Dunia ke 11 tahun 1978 di Argentina

Jumlah tim : 16. Jumlah Group : 4. Group 1 ( Italia, Argentina, Prancis, Hungaria ). Group 2 ( Polandia, Jerman Barat, Tunisia, Meksiko ). Group 3 ( Austria, Brazil, Spanyol, Swedia ). Group 4 ( Peru, Belanda, Skotlandia, Iran ).

Sebagai tuan rumah di Piala Dunia 1978, Argentina tergabung di Group 1 bersama Italia, Prancis, dan Hungaria. Juara dan runner-up group di babak penyisihan group tahap 1 dari masing-masing group, lolos ke babak penyisihan group tahap 2. Babak penyisihan group tahap 2 ini terbagi menjadi 2 group ( Group A & B ), dimana tim yang sudah pernah berlaga di babak penyisihan group tahap 1, tidak akan bertemu di babak penyisihan group tahap 2. Setiap juara group A & B akan dipertemukan di final, dan sang runner-up akan dipertemukan untuk memperebutkan tempat ke-3.

Di babak penyisihan group tahap 1, posisi klasemen akhir Group 1 adalah : Italia ( 6 ), Argentina ( 4 ), Prancis ( 2 ), Hungaria ( 0 ). Jadi yang berhak lolos ke babak penyisihan group tahap 2 adalah Italia dan Argentina.

Di babak penyisihan group tahap 2, Argentina tergabung di Group B bersama Brazil, Polandia, dan Peru. Hasil akhir di Group B babak penyisihan group tahap 2 adalah : Argentina ( 5, selisih gol +8 ), Brazil ( 5, selisih gol +5 ), Polandia ( 2 ), Peru ( 0 ).

Di group lain, yaitu di Group A, klasemen akhir adalah : Belanda ( 5 ), Italia ( 3 ), Jerman Barat ( 2, selisih gol -1 ), Austria ( 2, selisih gol -4 ). Maka dari itu, lawan Argentina di final adalah Belanda.

Pada Tanggal 25 Juni 1978, bertempat Estadio Monumental, Buenos Aires, final Piala Dunia edisi 11 kick off pukul 15.00 waktu Argentina. Dipimpin oleh wasit Sergio Gonella asal Italia, Argentina unggul terlebih dahulu melalui Mario Kempes menit ke 37’. Argentina diambang juara. Namun Dick Nanninga menunda kesempatan Argentina untuk menjadi juara dunia, dengan gol balasan yang dicetaknya di menit ke 82’. Sampai akhir pertandingan, skor masih sama kuat 1 – 1. Maka diadakan babak extra time. Mario Kempes menjadi bintang ketika mencetak gol di menit 104’, kemudian Daniel Bertoni melengkapi skor 3 – 1 bagi Argentina lewat gol yang diceploskan ke gawang Belanda pada menit ke 115’. Argentina akhirnya menjadi juara dunia untuk pertama kali.

Piala Dunia ke 13 tahun 1986 di Meksiko

Jumlah tim : 24. Jumlah group : 6. Group A ( Argentina, Italia, Bulgaria, Korea Selatan ). Group B ( Meksiko, Paraguay, Belgia, Iraq ). Group C ( Uni Soviet, Prancis, Hungaria, Kanada ). Group D ( Brazil, Spantol, Irlandia Utara, Aljazair ). Group E ( Denmark, Jerman Barat, Uruguay, Skotlandia ). Group F ( Maroko, Inggris, Polandia, Portugal ).

Argentina tergabung di Group A. Sekedar diketahui, sistem pertandingan di piala dunia ini sama sekali berbeda ketika Argentina menjuarai piala dunia yang pertama. Total tim ada 24 tim, terbagi menjadi 6 group ( Group A – F ), dan berisi 4 tim di masing-masing group. Setiap juara dan runner-up group, otomatis lolos ke babak 16 besar. Sedangkan yang menempati peringkat 3, di ranking lagi berdasarkan poin yang diperoleh di babak penyisihan group. Yang menempati peringkat 1 – 4 akan lolos ke babak 16 besar. Babak 16 besar sendiri dilaksanakan dengan system round robin.

Dalam pengundian babak 16 besar, Argentina berhasil mengalahkan Uruguay dengan skor 1 – 0. Di babak perempatfinal ( 8 besar ), Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2 – 1. Gol Argentina dicetak oleh seorang yang saat ini menjadi pelatih tim nasional Argentina, Diego Maradona pada menit 51’ dan 55’. Inggris membalas lewat Gary Lineker pada menit ke 81’. Perlu diketahui, di arena inilah ”gol tangan Tuhan” terjadi.

Dalam semifinal, giliran Belgia yang dilumat dengan skor 2 – 0. Kedua gol juga di cetak oleh Maradona di menit 51’ dan 63’. Albeceleste berhak berlaga di final.

29 Juni 1986, pukul 12.00 waktu setempat, final piala dunia edisi 13 digelar di Estadio Azteca, Meksiko City, yang dipimpin oleh wasit Romualdo Arppi Filho asal Brazil. Lawan yang dihadapi Maradona dkk adalah Jerman Barat dengan bintangnya Karl Heinz Rummenigge. Skor akhir adalah 3 – 2 untuk kemenangan Argentina. Gol kemenangan Argentina dicetak oleh Jorge Burruchaga dimenit 83’. Dua gol lain oleh Jose Luis Brown menit 23’ dan Jorge Valdano menit 55’. Sedangkan gol Jerman Barat dicetak oleh Karl Heinz Rummenigge menit 74’ dan Rudi Voller menit ke 80’. Argentina juara dunia untuk kedua kalinya.

Setelah melihat catatan perjalanan Argentina di ajang 4 tahunan ini, 2014 apakah hokinya Albiceleste ? Apakah Lionel Messi akhirnya bisa mengangkat trofi juara dunia ? Bersama Bosnia & Herzegovina, Iran, dan Nigeria di Group F, kita akan melihat sepak terjang Albiceleste.

Jadwal pertandingan Argentina di Group F :

Dates Matches Stadium
15 Juni 2014 Argentina vs Bosnia & Herzegovina Estadio do Maracana, Rio de Janeiro
21 Juni 2014 Argentina vs Iran Estadio Mineirao, Belo Horizonte
25 Juni 2014 Nigeria vs Argentina Estadio Beira – Rio, Porto Alegre

 Skuad Argentina di Piala Dunia 2014 Brazil :

No Player Date of birth (age) Club

Goalkeepers

1 Sergio Romero Feb 22, 1987 ( 27 / 47 / 0 ) Monaco
12 Agustín Orión Jul 26, 1981 ( 32 / 3 / 0 ) Boca Juniors
21 Mariano Andújar Jul 30, 1983 ( 30 / 10 / 0 ) Catania

Defenders

2 Ezequiel Garay Oct 10, 1986 ( 27 / 18 / 0 ) Benfica
3 Hugo Campagnaro Jun 27, 1980 ( 33 / 15 / 0 ) Internazionale
4 Pablo Zabaleta Jan 16, 1985 ( 29 / 36 / 0 ) Manchester City
15 Martín Demichelis Dec 20, 1980 ( 33 / 38 / 2 ) Manchester City
16 Marcos Rojo Mar 20, 1990 ( 24 / 22 / 0 ) Sporting Lisbon
17 Federico Fernández Feb 21, 1989 ( 25 / 26 / 2 ) Napoli
23 José María Basanta Apr 3, 1984 ( 30 / 10 / 0 ) Monterrey

Midfielders

5 Fernando Gago Apr 10, 1986 ( 28 / 49 / 0 ) Boca Juniors
6 Lucas Biglia Jan 30, 1986 ( 28 / 18 / 0 ) Lazio
7 Ángel di María Feb 14, 1988 ( 26 / 47 / 9 ) Real Madrid
8 Enzo Pérez Feb 22, 1986 ( 28 / 7 / 1 ) Benfica
11 Maxi Rodríguez Jan 2, 1981 ( 33 / 55 / 16 ) Newell’s Old Boys
13 Augusto Fernández Apr 10, 1986 ( 28 / 9 / 1 ) Celta Vigo
14 Javier Mascherano Jun 8, 1984 ( 30 / 98 / 3 ) Barcelona
19 Ricardo Álvarez Apr 12, 1988 ( 26 / 7 / 1 ) Internazionale

Attackers

9 Gonzalo Higuaín Dec 10, 1987 ( 26 / 36 / 21 ) Napoli
10 Lionel Messi ( C ) Jun 24, 1987 ( 26 / 86 / 38 ) Barcelona
18 Rodrigo Palacio Feb 5, 1982 ( 32 / 22 / 3 ) Internazionale
20 Sergio Agüero Jun 2, 1988 ( 26 / 51 / 21 ) Manchester City
22 Ezequiel Lavezzi May 3, 1985 ( 29 / 31 / 4 ) Paris Saint-Germain

* Caps & Goals until 7 Juni 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s