Interpersonal Skills ( 1 )

Oleh : Dra Melania Holtrop
Ny MAS. Teko

KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan secara lisan atau tulisan yang dilakukan antar individu dengan tujuan membangun interaksi dan relasi personal yang positif.

Berdasarkan sifatnya, personal komunikasi dibagi menjadi :
– Impromptoe (mendadak)
– Negotiation
– Lobby
– Informative
– Persuasive
Komunikasi menjadi penting karena melalui percakapan relasi antar manusia dalam lingkungan kerja, dalam urusan umum maupun dalam rumah dapat dibangun, dipelihara dengan baik bahkan dirusak.


Komunikasi dalam perusahaan merupakan sarana penting dalam pengarahan rencana & program kerja, koordinasi lintas struktur dan unit, memotivasi karyawan, memperbaiki kondisi dan konflik serta pembinaan relasi internal & eksternal.

Dalam setiap komunikasi personal terdapat kebutuhan berkesinambungan bahwa apa yang dikatakan harus didengar, yang didengar harus dimengerti, yang dimengerti ingin disetujui, yang disetujui ingin diterima, yang diterima harus dihayati dan yang dihayati membutuhkan tindakan yang sesuai.

Masalah-masalah yang mungkin timbul dalam sebuah komunikasi personal :
– salah paham
– salah persepsi
– salah pengertian
Untuk menghindari agar tidak terjadi masalah dalam komunikasi personal diperlukan perbaikan dalam proses penyampaian mata pesan, keterlibatan dan kebebasan

Mata pesan
Merupakan informasi/ sinyal yang terungkap melalui makna kata-kata yang digunakan dalam komunikasi dan diaktualisasikan melalui hubungan dengan orang lain dalam bentuk sikap, kesempatan serta kondisi.

Keterlibatan dan kebebasan
Adalah dualisme situasi yang ada pada manusia pada saat berinteraksi dengan orang lain. Di satu sisi ingin dimengerti dan dipahami oleh orang lain sedangkan di sisi lainnya ingin merasa berbeda dengan orang lain.

Body language, ekspresi, kontak mata, dan sentuhan merupakan komunikasi non verbal yang berfungsi untuk mempertegas pernyataan atau komunikasi verbal.

PENGELOLAAN RELASI DAN INTERAKSI POSITIF

Pengelolaan relasi antar individu/ karyawan membutuhkan kepekaan, ketrampilan dan kemauan sedangkan dalam lingkup organisasi/ perusahaan juga membutuhkan kejelasan aturan.

Pengelolaan relasi dalam rangka interaksi positif membutuhkan kepekaan untuk memahami orang lain, ketrampilan untuk berkomunikasi (termasuk memberikan saran, kritik, pujian), dan kemauan untuk bertindak secara sosial, memperlakukan orang, adaptasi dalam bergaul, dan mendengar.

5 Prinsip dalam pengelolaan relasi :

1. Memberikan dukungan tanpa melepas tanggungjawab ; hal ini membuat orang lain merasa penting dan terdorong untuk berelasi
2. Membagi pengetahuan, pemikiran dan perasaan ; diarahkan pada kegiatan untuk membuat teamwork menjadi solid serta memiliki kompetensi tinggi
3. Menjadi pendengar yang baik dan memberikan respon serta empati ; dengan cara mencermati maksud implisit maupun eksplisit yang terungkap, ketidaksepahaman pemikiran jangan menjadi pemicu konflik, dan keseimbangan penggunaan rasio dengan emosi harus dipertimbangkan
4. Mendorong keterlibatan ; untuk meningkatkan pengetahuan pekerjaan, kemampuan bekerja, kepercayaan diri, serta harga diri.
5. Mempertahankan dan meningkatkan harga diri ; hindari sikap sok, biarkan orang lain merasa bahwa ia yang memiliki gagasan, sebutkan nama orang lain dengan baik, ubah kata negatif menjadi positif, hindarkan prasangka dengan kewaspadaan.

( Bersambung )

By copiluvhera Posted in Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s