CopiLuvHera

Ayah, Maafkan Dita …….( 2 – Habis )

Posted by: copiluvhera on: Maret 2, 2009

“Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…
“Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu.


Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.

Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

 

“Ayah.. ibu… Dita janji tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah memukul Dita. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

 

“Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi ayah! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?…Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tidak akan
mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang.

Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi, Namun si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya……..

Terkadang kita terlalu membanggakan, terlalu sayang akan barang-barang yang kita miliki melebihi kasih sayang kita terhadap anak maupun keluarga kita sendiri. Semoga cerita ini dapat menjadi refleksi pribadi dalam hidup berkeluarga.

 

( intra.semengresik.com )

Tinggalkan Balasan

Yang Online

4shared.com - Free file sharing and storage

Select Language

free counters

Arsip

Kategori

Almanak

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kunjungan

  • 20,865 hits

RSS tvOne – Feed

  • Polisi Cekal Dua Penyandang Dana Pabrik Sabu
    Jajaran Kepolisian Polda Jabar telah mencekal dua orang yang diduga sebagai penyandang dana pabrik sabu yang digerebek tim gabungan Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polda Jabar di Komplek Setiabudi, Kabupaten Bandung Barat.
  • Bom Bunuh Diri Tewaskan 15 Orang di Charsadda Pakistan
    Serangan bom di sebuah jalan pertokoan sibuk di kota Charsadda, Pakistan baratlaut pada Selasa menewaskan 15 orang dan melukai lebih dari 25 orang, kata seorang pejabat kepolisian, Selasa (10/11).
Alexa Certified Site Stats for copiluvhera.wordpress.com RankWidget.com