Posted by: copiluvhera on: Mei 31, 2008
Para astronom telah mendeteksi terjadinya supernova di Galaksi Bima Sakti yang terjadi 140 tahun lalu. Ledakan bintang yang terjadi di dekat pusat Galaksi Bima Sakti itu mungkin peristiwa supernova paling muda sepanjang catatan sejarah.
Peristiwa tersebut didaftarkan dengan nama G1.9+0.3. Lokasi kejadian berada pada rasi bintang Sagitarius yang berjarak 26.000 tahun cahaya dari Bumi.
Terjadinya supernova tersebut sekitar dua abad lebih muda daripada Cassiopeia A, supernova termuda sebelumnya di Galaksi Bima Sakti yang terjadi tahun 1680. Tim astronom yang dipimpin Stephen Reynolds dari Nortyh Carolina State University tidak merekamnya langsung dengan teleskop namun melacaknya dari jejak partikel-partikel yang dipancarkan ke sekitarnya.
Partikel yang disebut SNRs (supernova remnants) ini tak terdeteksi teleskop optik namun jelas terlihat menggunakan teleskop radio atau sinar-X. Identitas supernova dianalisis dari citra rekaman teleskop di observatorium sinar-X Chandra dan teleskop radio VLA (very large array) di National Radio Astronomy Observatory.
“Beruntung sekali, pergerakan gas akibat ledakan ini masih jelas terlihat dalam gelombang radio dan sinar-X meski sudah ribuan tahun,” ujar Reynolds yang melaporkan penelitian tersebut dalam the Astrophysical Journal edisi 10 januari 2008. Pacaran cahaya akibat ledakan tersebut diperkirakan dapat dilihat antara tahun 1870-1900 dan mungkin telah menghasilkan bintang baru.
Supernova selama ini memang diyakini memegang peran penting dalam siklus hidup matinya galaksi. Ledakan tersebut terjadi saat sebuah bintang mendekati ajalnya karena kehabisan seluruh bahan bakarnya. Hal tersebut menyebabkan dindingnya runtuh ke dalam intinya dan memicu reaksi ledakan yang memancarkan semua materinya dan cahaya menyilaukan.
Pancaran partikel ikut memicu pembentukan bintang baru. Di lain pihak, seiring dengan bergeraknya partikel-partikel yang dipancarkan, pusat ledakan dapat membentuk bintang neutron atau sebuah lubang hitam. Supernova tergolong jarang karena saat ini diperkirakan terjadi tiga supernova di Galaksi Bima Sakti dalam seabad. ( wah/sof )
Menurut gue pendapat dari galang tu salah total.Masa manusia yang nyiptain ni,Jagat Raya.Biar kamu tau,yang nyiptaiin ni3 semua tu “ALLAH S.W.T.” Bukan manusia.
Coba kita tantang manusia kalau memang mereka yang membuat jagat raya.Bisa gak mereka buat bintang tapi yang ukuran mini?Kalau memang manusia yang membuat pasti bisa,bintang yang ukurannya besar aja bisa apa lagi ukuran kecil pasti lebih mudah!Coba deh kamu fikir!
Saya tidak bermaksud berburuk sangka pada kata-katanya mas Galang..dan tidak juga bermaksud menggurui..
Tapi kalau saya boleh sedikit kasih saran sekedar untuk mengingatkan.. behati-hatilah dalam berkata..karena (maaf jika anda seorang muslim) kata-kata anda tersebut sudah termasuk kufur ucapan..
Sekali lagi mohon maaf mas Galang..jangan tersinggung ya..
saudara galang yang baru saya baca komentarnya, saya harap tidak tersinggung dengan apa yang saya tulis ini. jangankan untuk membuat lalat atau nyamuk, membuat bakteri aja manusia ini gak bisa, palagi membuat burung, konon pula mau mebuat galaksi, jadi kalau kita mau berpikir lagi menggunakan akal mari kita menyadari manusia hanya makhluk lemah yang mempunyai Tuhan yaitu Allah SWT tuhan semesta alam, hanya Allah yang mempunyai ilmu yang maha luas, hanya Allah yang bisa menciptakan apa yang menjadi kehendaknya dan hanya Allah yang bisa memeliharanya, menjaga semua dalam keteraturan, beruntung kita diciptakan Allah sebagai Manusia yang mempunyai akal alhamdulilah. coba kalau anda dicipktakan sebagai hewan yang jadi musuh manusia alangkah menderitanya kita, jadi saya harap saudara galang merenungkan kembali apa yang menjadi pemikiran saudara dalam hidup ini, kita harus tahu dari mana kita berasal, untuk apa kita di dunia ini, dan akan kemana setelah kita gak lagi di dunia ini, tk
buat mas galang…pemikiran anda salah total tingkat atas level tertinggi….yang menciptakan alam semesta ini hanyalah ALLAH SWT, tiada yg mampu melebihinya dalam sisi apapun….Dia Maha segala2nya….tiada yang mapu menciptakan ini semua termasuk alam semesta ini..kecuali tuhan semesta alam..allah azza wa jalla…selebihnya saya setuju dengan mba olvy, mas ginanjar, dan mas copiluvhera…thx..
”Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (QS: Ar Rahman: 37)
apa apaan dah ni.. ko pada ngomongin galang dah?
tapi galangnya juga sih yang sotoy… (sory)
gue tuh tau banged tentang jagad raya karna gue kuliah jurusan astronomi.
yak.. tepuk tangan buat gue.. hahaha.. (apaan dah ni? gak jelas banged)
Januari 25, 2009 pada 4:15 pm
gue pikir yg menciptakan jagat raya itu adalah manusia sendiri, dgn melakukan eksperimen itu. tapi manusia tidak sadar telah menciptakan jagat raya trsbt karena tidak berada dlm jagat raya yg telah dibuat. jadi yg mengetahui itu hanya makhluk yg berada dlm jagat raya itu. itupun kalo tau karena mereka seperti kita jg.